Suka Duka Belajar Online saat Pandemi Corona
Oleh: Muhammad Akhwash Al Hakim (Kelas 8 FDS 3)
Pandemi Corona atau coronavirus disease 2019 (covid 19) memberikan banyak pelajaran berharga dalam setiap sendi kehidupan. Sebagian besar karyawan melaksanakan work from home (WFH) dan para siswa juga “memindahkan’ kegiatan belajar di rumah, secara online. Ini semua sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak penyebaran virus corona. Dan seperti yang telah ditetapkan, kegiatan belajar dari rumah ini pun masih akan berlangsung hingga tahun 2021 mendatang.
Pemindahan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah ini, sebagai upaya untuk menjaga jarak sosial, Mau tak mau membuat para orang tua mempunyai peran yang baru, yakni sebagai guru dadakan. Itu artinya, para orang tua lah yang menjadi garda terdepan untuk membimbing proses kegiatan belajar hingga pandemi ini berakhir.
Dengan segala keterbatasan yang ada, tidak mengherankan jika para orang tua menemui banyak kendala dalam pelaksanaannya. Tengok saja, hampir sebagian besar laman sosial media mengunggah suka dan duka para orang tua yang menjadi guru dadakan untuk membimbing anak-anaknya belajar di rumahnya masing-masing.
Tidak hanya jeritan hati atau duka yang dirasakan orang tua yang menjadi guru dadakan di rumah, namun tidak sedikit juga yang bersuka hati menjadi guru dadakan membimbing anak-anaknya belajar dari rumah. Nah, mau tahu apa saja suka duka belajar online saat pandemi corona?
Para orang tua memang tidak semuanya memiliki kesiapan untuk menjadi pembimbing belajar online untuk anak-anaknya. Tanggapan positif banyak dikemukakan, mulai dari kedekatan secara psikologis dengan anak lantaran membimbing secara langsung proses belajar online; mengetahui perkembangan akademis anak dan menumbuhkan kebersamaan serta membangun komunikasi yang baik dalam lingkungan rumah.
Bagi orang tua yang biasanya menganggarkan katering untuk bekal sekolah anak, saat ini bisa menghemat anggaran untuk dialokasikan kepada kebutuhan lainnya.
Meski begitu, tidak sedikit juga yang mengalami beberapa kendala sepanjang menjadi pembimbing dalam pelaksanaan belajar online di rumah, mulai dari kendala eksternal maupun internal.
Kendala eksternal lebih banyak didominasi oleh jaringan internet yang tidak mendukung ataupun kondisinya yang lemot. Bahkan di beberapa daerah banyak yang belum memiliki alat pendukungnya, seperti gadget, sehingga terpaksa mengandalkan warung internet untuk melaksanakan belajar secara online. Nah, tidak sedikit pula yang kemudian berakhir dengan bermain game online.
Kendala internal juga tak kalah banyak, mulai dari para orang tua yang mengaku kesulitan karena tidak memiliki penguasaan materi-materi pelajaran sekolah hingga anak yang kurang disiplin, karena mereka menganggap di rumah berarti libur.
Selain itu, perubahan suasana hati (moody) anak dalam belajar online juga menjadi hal penting lainnya yang perlu dijaga. Lantaran, tugas sekolah yang terlalu banyak sehingga menimbulkan rasa bosan anak. Sedangkan, belajar dengan metode ini membutuhkan daya tangkap yang cepat.
Disamping itu, dari sisi tenaga pendidik misalnya, dengan memberikan materi belajar online dianggap lebih sulit daripada tatap muka di kelas. Guru merasa kesulitan mengajak para siswanya untuk aktif, komunikatif bahkan di ruang diskusi yang sengaja diadakan.
Nah, bagaimana dengan kalian? Enak mana, belajar di sekolah atau belajar di rumah secara online?
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Giat Pagi Perjusa MTs Negeri 2 Tegal, Awali Hari dengan Ibadah, Olahraga, dan Wide Game
SLAWI– Semangat peserta Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) MTs Negeri 2 Tegal kembali terlihat pada Sabtu pagi (18/7). Sejak dini hari, ratusan murid kelas VII telah mengiku
Api Unggun dan Pentas Seni Meriahkan Malam Perjusa MTs Negeri 2 Tegal
SLAWI– Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai malam Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) MTs Negeri 2 Tegal saat ratusan murid kelas VII mengikuti upacara api unggun dan pe
Perjusa Berjalan Lancar, Ratusan Murid Kelas VII Resmi Bergabung dengan Gudep 08.107–08.108 MTs Negeri 2 Tegal
SLAWI– Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) MTs Negeri 2 Tegal yang digelar pada 17–18 Juli 2026 berlangsung lancar. Kegiatan yang diikuti ratusan murid kelas VII ini menjadi ba
Dua Murid MTs Negeri 2 Tegal Raih Prestasi di Amazing Tegal Cup Jateng Open Karate Championship
SLAWI– Prestasi kembali ditorehkan oleh murid MTs Negeri 2 Tegal. Dua murid berhasil meraih juara dalam ajang Amazing Tegal Cup Jateng Open Karate Championship "Piala Wali Kota Te
MTs Negeri 2 Tegal Jadi Tuan Rumah Persiapan Jambore MTs Se-Jawa Tengah
SLAWI – MTs Negeri 2 Tegal dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan persiapan Kontingen Jambore MTs Kabupaten Tegal menuju Jambore MTs Se-Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama
MTs Negeri 2 Tegal Gelar Pelantikan Pramuka Garuda, 19 Murid Resmi Menyandang Predikat Pramuka Garuda
SLAWI– MTs Negeri 2 Tegal menggelar Pelantikan Pramuka Garuda pada Selasa (1/7) di Lapangan Indoor MTs Negeri 2 Tegal. Pelantikan ini menjadi puncak dari rangkaian proses seleksi
Segudang Prestasi Diraih Murid MTs Negeri 2 Tegal Selama Sepuluh Bulan Terakhir
SLAWI- MTs Negeri 2 Tegal kembali menorehkan berbagai prestasi membanggakan melalui capaian para murid di berbagai ajang kompetisi. Selama periode Juli 2025 hingga Mei 2026, penghargaan
Tim PMR MTs Negeri 2 Tegal Raih Juara 2 Lomba Aksi Cepat Tepat
SLAWI- Tim Palang Merah Remaja (PMR) MTs Negeri 2 Tegal berhasil meraih juara 2 dalam cabang lomba Aksi Cepat Tepat pada ajang Islamiyah Red Cross Competition 2026 yang dilaksanakan pad
Seru dan Penuh Kekompakan, Ekstrakurikuler Jurnalistik Gelar Outbound
SLAWI – Ekstrakurikuler Jurnalistik menggelar kegiatan outbound pada Jumat (24/04) sebagai upaya mempererat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan kekompakan tim dalam menja
MTs Negeri 2 Tegal Gelar Fahmil Qur’an Kelima, Bahas Pentingnya Thaharah
Slawi – MTs Negeri 2 Tegal kembali menggelar kegiatan Fahmil Qur’an pada Jumat pagi, 13 Maret 2026 di lapangan indoor madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh para murid dengan p